Studi terhadap perempuan pascamenopause mengungkapkan bahwa mengonsumsi 85 gram mangga sebanyak empat kali seminggu selama 16 minggu membantu mengurangi ukuran kerutan yang ada serta menekan pembentukan kerutan baru. Meski begitu, konsumsi mangga secara berlebihan justru tidak disarankan.
Selain mangga, terdapat dua kelompok makanan lain yang tak kalah krusial dalam merawat kesehatan kulit, yaitu makanan sumber lemak sehat dan makanan hasil fermentasi. Ketiganya merupakan fondasi pola makan bergizi untuk mendukung produksi kolagen, menjaga elastisitas kulit, serta melindungi jaringan dari kerusakan lingkungan.
Penuaan Kulit Tidak Hanya Dipicu Sinar Matahari
Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia yang memerlukan perawatan konsisten sepanjang hidup. Faktor lingkungan seperti polusi udara, paparan ozon, perubahan iklim, hingga radiasi sinar matahari merupakan penyebab utama yang dapat mempercepat proses penuaan dini.
Profesor Dermatologi dari Leibniz Research Institute for Environmental Medicine, Jean Krutmann, menjelaskan bahwa anggapan radiasi ultraviolet (UV) sebagai satu-satunya pemicu penuaan kulit akibat lingkungan kini telah bergeser.
“Selama berpuluh-puluh tahun, kita menganggap radiasi UV adalah faktor utama penuaan kulit akibat lingkungan. Namun kini kita tahu bahwa pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat,” ungkap Krutmann.
Menurutnya, paparan sinar tampak (visible light) dan radiasi inframerah dari matahari juga memberikan andil terhadap penuaan kulit. Ditambah lagi, seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam memproduksi kolagen—protein utama penjaga kekencangan dan struktur kulit—akan terus menurun secara alami.
Oleh karena itu, perawatan kulit dari luar menggunakan skincare saja tidak cukup; asupan nutrisi harian dari dalam tubuh juga memegang peranan vital.
3 Asupan Nutrisi untuk Menjaga Keremajaan Kulit
1. Buah dan Sayuran Kaya Warna
Buah serta sayuran berwarna cerah kaya akan kandungan antioksidan yang berfungsi melindunginya dari radikal bebas polusi dan sinar matahari. Wortel, tomat, serta paprika, misalnya, melimpah akan karotenoid seperti lutein, likopen, dan beta-karoten.
Volker Böhm, profesor kimia pangan di Friedrich Schiller University Jena, menyampaikan bahwa karotenoid disimpan di dalam jaringan lemak untuk membentuk perisai alami kulit dari paparan radiasi UV.
Beta-karoten dalam tubuh juga dikonversi menjadi vitamin A yang esensial untuk regenerasi sel kulit dan perlindungan dari infeksi. Di samping itu, karotenoid berpotensi mendukung pembentukan asam hialuronat (hyaluronic acid) guna menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Buah seperti mangga dan jeruk juga menyediakan vitamin C yang amat dibutuhkan untuk sintesis kolagen.
Catatan Porsi Mangga: Profesor nutrisi dari University of California Davis, Robert Hackman, mengingatkan agar konsumsi mangga tetap dibatasi. Studi menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi sekitar 250 gram mangga per hari justru mengalami peningkatan kerutan.
“Dugaan kami, kandungan gula berlebih berpotensi memicu kerusakan pada molekul-molekul pembentuk jaringan kulit,” jelas Hackman.
2. Lemak Sehat dari Kacang-Kacangan dan Ikan
Kacang almond, hazelnut, dan aneka biji-bijian merupakan sumber vitamin E terbaik untuk melindungi sel-sel kulit dari kerusakan oksidatif sekaligus mempercepat proses pemulihan luka. Kandungan asam lemak omega-6 di dalamnya juga membantu memperkuat skin barrier agar kelembapan alami tetap terkunci.
Di sisi lain, ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel tinggi akan omega-3. Nutrisi ini ampuh meredakan peradangan serta menekan tingkat sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
3. Makanan Fermentasi untuk Keseimbangan Usus (Gut-Skin Axis)
Kesehatan pencernaan berpengaruh langsung terhadap kondisi kulit melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-skin axis (sumbu usus-kulit).
Hackman menambahkan bahwa mikroba baik di dalam usus akan memproduksi senyawa antiinflamasi dan antioksidan saat tubuh mencerna ragam makanan berbasis tumbuhan. Mikrobioma usus yang seimbang juga secara otomatis memperkuat sistem imunitas tubuh.
Untuk mengoptimalkan fungsi usus, konsumsilah variasi buah, sayur, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh. Tambahkan pula makanan fermentasi seperti yoghurt, kimchi, sauerkraut, dan kombucha ke dalam menu harian guna memberi nutrisi bagi bakteri baik di usus.







